Materi Jaringan Komputer

  Mengenal Dan Memahami Bandwidth Internet

Seiring perkembangan zaman kecepatan internet semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Saat ini teknologi 4G yang disediakan oleh Operator Selular sudah cukup memuaskan, dan para pelanggan atau pengguna selular masih akan dimanjakan dengan teknologi 5G yang akan datang segera! Bandwidth atau Kecepatan Transfer Data adalah kata kunci dari kepuasan pengguna jaringan data yang disediakan operator selular.


Pengertian Bandwidth atau kecepatan transfer data

Melansir berbagai sumber, bandwidth adalah ukuran banyaknya data yang dapat ditransfer dalam satuan waktu tertentu, umumnya yakni bit per second (bps).

Arti lainnya dari bandwidth yaitu kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet supaya bisa dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu.

Apabila dianalogikan, bandwidth ibarat jalan raya sedangkan data yang masuk melewati bandwidth seperti kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Nah, sama halnya dengan analogi di atas, jika bandwidth dalam suatu jaringan internet di rumah terlampau kecil sementara yang mengakses internet banyak, maka kecepatan internet pun bakal berkurang.\


Menghitung waktu download dari sebuat bandwidth

Untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk download suatu file sebenarnya sangat sederhana dan cukup mudah. Dalam hal ini, yang perlu kamu ketahui adalah ukuran file yang akan kamu download dan kecepatan internet yang kmu miliki.

Semisal ukuran file yang akan kamu download adalah 700MB (Mega Byte), sedangkan kecepatan internet kamu adalah 10 Mbps (Mega bit per second). Maka untuk mengitung waktu yang kamu butuhkan untuk mendownload file yang ukurannya adalah 7 GB adalah.........

Langkah pertama adalah mengkonversi ukuran File yang akan di download yaitu mengkonversi menyamakan satuan agar bisa dioperasikan. Kita akan membuat semua satuan data yang ada dalam Mega bit, alasannya adalah karena merubah byte ke bit sangat mudah yaitu tinggal mengalikan dengan 8, karena 1 Byte adalah 8 bit. Sebagai catatan, sebagaimana lazimnya kita akan melakukan pendekatan faktor pengali 1024 menjadi 1000 sebagaimana kita ketahui bahwa konversi satu tingkat kebawah harus dikali 1024 seperti 1 KB = 1024 B.

7 GB = 7000 MB = 7000 x 8 Mb = 56000 Mb

Langkah selanjutnya adalah menghitung waktu yang dibutuhkan untuk download. Rumus menghitung lama waktu download adalah besar ukuran file dibagi dengan kecepatan download.

56000 Mb : 10 Mbps = 5600 s 

Jadi untuk mendownload suatu file dengan ukuran 7 Mb dengan kecepatan internet 10 Mbps dibutuhkan waktu 5600 detik (dengan catatan kecepatan download konstan/tetap).

Beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum menghitung lama waktu download:

1 Byte = 8 Bit

1 KB (kilobyte) = 1024 Byte   

1 MB (megabyte) = 1024 KB (kilobyte)

1 GB (gigabyte) = 1024 MB (megabyte)

1 TB (terabyte) = 1024 GB (gigabyte)

Catatan: Untuk mempermudah perhitungan, biasanya para akademisi menggunakan pendektan 1000 Byte untuk 1 KB, begitu juga untuk yg lainnya .


Konversi Satuan Data

Konversi atau merubah satuan data diperlukan untuk masalah atau kasus yg menggunakan dua atau lebih satuan data.   Misal:  konversi menaik, 2000 KB = ......MB  , maka trik jitu untuk menjawab ini yaitu dengan mengalikan 2000 dengan 1 per sekian, karena jarak KB ke MB sekitar 1000 maka kata sekian diganti dengan 1000 sehingga perhitungan matematika menjadi 2000 x (1/1000) MB=2 MB . 
Begitupun sebaliknya yaitu konversi menurun . misalnya , 2 MB=....KB,  maka trik untuk menjawab kasus ini yaitu dengan mengalikan 2 dengan sekian, karena jarak KB ke MB sekitar 1000 maka kata sekian kita ganti dengan 1000 sehingga perhitungan matematika menjadi 2 x 1000 KB=2000 KB. 
Contoh lain, 2000000 MB=...TB; jawab. 2000000x(1/1000000) TB= 2TB


Konversi Biner ke Desimal dan Sebaliknya

Bilangan Biner merupakan bilangan yang dikenal oleh komputer yang direalisasikan dengan ada dan tiaanya tegangan listrik yang biasanya besarnya 5 Volt. Desimala adalah sistem bilangan yang dikenal oleh manusia yang terdiri dari angka 0 hingga 9. 

Cara Konversi
Untuk memudahkan proses konversi maka kita akan membutuhkan alat bantu berupa deretan angka yang dimulai  dari yg terkecil dari arah kanan ke kiri yaitu bilangan dasar 2 dipangkatkan dengan bilangan cacah. Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari nol. Alat Bantu tersebut sebagaimana dijelaskan dimulai dari 2 pangkat 0=1, 2 pangakat 1=2, 2 pangkat 3=8, 2 pangkat 4=16, dst...
...................... 128     64     32     16     8    4     2     1

Biner ke Desimal
Contoh, Konversikanlah bilangn biner 1011 menjadi bilangan desimal!  Untuk menjawab soal ini maka kita menggunakan alat bantu tersebut yaitu dengan mengalikan angka biner paling kanan dengan deretang angka padanannya dan menjumlahkan semuanya, maka dengan begitu kita harus menuliskan 1x8 + 0x4 + 1x2 + 1x1  = 11.  Contoh 2, konversikan bilangan biner 1110 ke bilangan desimal! jawab, 1x8 + 1x4 + 1x2 + 0x1 = 14.

Desimal ke Biner
Contoh, Konversikan bilangan desimal 20 ke bilangan biner!  Untuk menjawab kasus atau soal ini maka kita harus mencari angka yang sama besar dengan yang ada pada deretang angka yg jadi alat bantu kita, jika tidak ada maka kita harus mencari yang lebih kecil namun mendekati angka yg menjadi soal yg dalam hal ini adalah 20. kemudian kita kurangkan dan hasil pengurangan kita distribusikan ke deretan angka yang jadi alat bantu dengan memberi tanda 1 dan tanda 0 untuk angka yang tidak disertakan.   Maka dengan begitu kita akan melihat 16 adalah angka yang mendekati 20 pada deretan angka kita. 16 adalah angka pada urutan kelima jika dilihat dari kanan ke kiri , maka dengan begitu konversi 20 ke biner akan menggunakan setidaknya 5 bit biner, bentuk sementara bilangan tersebut adalah 1???? , untuk mengisi tanda tanya tsb maka kita mendistribusikan selisih 20 dan 16, maka angka 4(urutan ke-3 dari kanan) pada deretan angka kita beri tanda 1  dan karena sisa tersebut sudah terpakai semua maka proses selesai dengan menghasilkan bilangan biner 10100.
Jika soalnya adalah mengkonversi bilangan desimal 22 ke bilangan biner maka jawabannya adalah 10110. 


IP Address

IP address adalah serangkaian angka baik bentuk biner maupun desimal yang digunakan untuk pengalamatan setiap host (perangkat yang memakai IP Adress) dalam jaringan komputer.  IP Address dibagi dalam 4 blok. 
Contoh IP Address adalah 192.168.1.1 yang dalam bentuk biner menjadi :
11000000.10101000.00000001.00000001    
Contoh lain, IP Address 192.168.10.1 yang dalam bentuk binernya menjadi :
11000000.10101000.00001010.00000001

Untuk mendapatkan bentuk binernya maka kamu dapat mengkonversi tiap bloknya dengan catatan tiap blok wajib 8 bit.  Untuk memenuhi bit yang kurang maka kamu tinggal menambahkan angka 0 di depan atau di bagian kiri dari deretan bilangan biner hasil konversi.

Penggunaan IP Address pada LAN



Kebutuhan dasar Jaringan Komputer

Kasus 1: Komponen yang dibutuhkan untuk membangun jaringan komputer dengan 4 komputer yang terhubung dengan kabel LAN seperti gambar di atas adalah 4 buah kabel UTP STraight, 4x2 buah konektor RJ45 dan satu buah Switch 5 port. 

Kasus 2: Komponen yang dibutuhkan untuk membangun jaringan komputer dengan 12 buah komputer dengan menggunakan switch 5 port seperti gambar berikut adalah 

12 komputer, 12 kabel UTP Straight, 12x2 konektor RJ45, 3 helai kabel UTP CrossOver yang menghubungkan antar Switch dan 4 buah Switch 5 port.


Kelas IP Adress

IP Asdress dibagi dalam beberapa kelas, seperti A, B, C ,D dan E   yang dapat diketahui dari blok pertama dari 4 blok IP Address.




Subnet Mask

Subnet Mask digunakan untuk mengidentifikasi IP Address pengirim dan penerima apakah masih satu jaringan atau tidak dan kemudian digunakan untuk mengetahui informasi seperti Alamat Jaringan atau Network Address dan Alamat Broadcast atau Broadcast Address.

Subnet mask merupakan sebuah teknik khusus untuk memecah atau membagi jaringan komputer sehingga menjadi subnetwork-subnetwork dengan ukuran yang lebih kecil. Kegiatan pemecahan ini dinamakan subnetting dan hanya bisa dilakukan terhadap IP Address yang terdiri dari kelas A, B dan C saja.

Melalui teknik tersebut, sebuah jaringan komputer bisa memunculkan tambahan network-network. Meskipun demikian pengerjaan kegiatan ini dapat menimbulkan dampak lain berupa pengurangan jumlah maksimal host yang terdapat dalam tiap-tiap network. Karena itu dibutuhkan subnet mask calculator atau sistem perhitungan secara cermat.

Cara Kerja Subnet Mask

Untuk mengetahui cara kerja Subnet Mask atau proses Subnet Masking maka kita wajib mengetahui konversi biner ke desimal dan sebaliknya, dan pengetahuan ini akan kita gunakan mengkonversi IP Address berbentuk desimal ke bentuk biner begitupun Subnet Mask yang berbentuk desimal harus juga kita konvesi ke bentuk biner.. Hasil konversi tersebut kita operasi AND kan. Misal, carilah Network Adress dari IP Address 192.168.10.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 yang sering ditulis oleh teknisi jaringan sebagai 192.168.10.1/24. Angka 24 tersebut menunjukkan jumlah bit-bit 1diurut dari kiri ke kanan.

Dengan begitu ketika komputer dengan IP ini akan mencoba menghubungi komputer lain maka komputer yang akan dituju tersebut akan diperiksa IP Address dan Subnet Masknya kemudian diolah untuk mengetahui apakah satu NA atau bukan, jika satu NA maka komunikasi antar komputer akan berlangsung dalam satu jaringan saja tanpa melibatkan Router. Router adalah alat jaringan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer atau host yang berada di luar jaringan yang sama atau yang beda NA. 

Jika anda menerapkan proses masking pada 192.168.10.11/24  maka anda akan mendapatkan bahwa NA atau Alamat Jaringan dari IP Address tersebut adalah sama seperti yang dimiliki 192.168.10.1/24 yaitu 192.168.10.0 yang menunjukkan bahwa ke dua komputer pemakai IP tersebut berada dalam satu jaringan komputer.  

Fungsi Subnet Mask


Selain memiliki fungsi seperti yang dijelaskan di atas, subnet mask juga masih mempunyai fungsi yang lainnya. Salah satunya adalah untuk membuat alokasi alamat IP menjadi lebih efisien.

Dengan begitu, penggunaan alamat IP tersebut dapat berjalan secara optimal. Fungsi lainnya adalah subnet mask juga bisa dimanfaatkan sebagai media atau sarana untuk mengatasi beragam permasalahan. Terutama jika masalah tersebut menyangkut perbedaan antara hardware dan media fisik yang akan digunakan di dalam jaringan.

Hal ini karena router IP umumnya digunakan untuk mengintegrasikan berbagai jaringan yang memiliki media fisik yang berbeda serta memiliki alamat IP yang unik. Fungsi lainnya adalah untuk membuat sistem keamanan menjadi lebih baik serta membantu mengurangi risiko mengalami ketidakstabilan atau kongesti jaringan yang disebabkan oleh banyaknya jumlah host dalam jaringan komputer.

Adapun mengenai penerapan metode subnetting memerlukan perhitungan secara tepat. Untuk memudahkan pekerjaan, biasanya dilakukan dengan memanfaatkan subnet mask table yang terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas A, B, dan juga C. Setiap kelas alamat IP tersebut akan dibuatkan tabel yang memiliki 4 kololm. Untuk kolom yang pertama akan diisi jumlah segmen jaringan atua subnet. Kolom kedua akan diisi jumlah dar subnet bit.

Sementara itu, pada kolom ketiga akan diisi dengan notasi panjang fisik atau notasi desimal bertitik. Lalu di kolom terakhir akan diisi dengan jumlah jaringan atau host yang terdapat pada setiap subnet.

Proses Subnetting

Mengenai proses subnetting, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan di antaranya:

  • Tentukan berapa jumlah subnet yag didapatkan dari subnet mask
  • Tentukan berapa jumlah host pada setiap subnet
  • Tentukan subnet yang valid
  • Tentukan alamat broadcast pada setiap subnet
  • Tentukan host-host valid pada setiap subnet

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C


Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet192.168.1.0192.168.1.64192.168.1.128192.168.1.192
Host Pertama192.168.1.1192.168.1.65192.168.1.129192.168.1.193
Host Terakhir192.168.1.62192.168.1.126192.168.1.190192.168.1.254
Broadcast192.168.1.63192.168.1.127192.168.1.191192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30

Proses subnetting default  /24

Subnetting default adalah subnetting paling mudah, karena sesungguhnya kita tidak membagi jaringan, kita hanya mengidentifikasi Network Address, host pertama hingga host ke 254 dan IP terakhir yang menjadi BA atau Broadcast Address. Perhatikan contoh berikut :




Proses Subnetting membuat dua Sub Jaringan

Kadang kita menemukan jaringan komputer yang kita bangun menjadi sangat sibuk atau mempunyai lalu llintas data yang sangat tinggi yang mengakibatkan jaringan menurun kinerjanya. Membagi Jaringan menjadi beberapa sub jaringan adalah solusinya. Kali ini kita akan membagi dua jaringan kelas C yang secara difault terdiri dari 256 IP Adress. Untuk itu maka kita akan menambahkan bit 1 pada subnet mask sehingga menjadi /25. Perhitungannya adalah 2 dipangkat 25-24 aliasa 2 dipangkat 1, yang berarti 2. Jadi dengan subnet mask /25 maka itu artinya jaringan kelas c kita bagi dua. Perhatikan contoh berikut untuk lebih memahaminya.

















>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekap Nilai